Kembalikan Ibu


Aku menghardik bulan.
Untuk apa kau mematung disana, bila
segelintir saja yang mampu memandang
binar cahya dekat melekat serupa

wajah keibuan ibu.

oleh: SandraPalupi
06-01-2010



Diam-diam, Rindu-rindu

diam-diam, padi-padi
memberi senyuman pagi
walau tak keemas-emasan
kuningnya menarik hati.

diam-diam, petang-petang
petani tak menghitungi tetes-tetes peluh
tahu-tahu dilahirkan di pematang
bukan untuk berkeluh-keluh

"menggarap agar jadi pengharapan"
dulu, kata ayahnya di gubug sawah
sewaktu ia kanak-kanak, sebelum tertidur
dibuai cerita, kancil si pencuri







seperti ada bait yang hilang!
pikirku, itu kesengajaan
agar aku diam-diam, rindu?
padamu yang lupa berkata-kata
padaku setelah kau diam-diam
bersakit-sakit melahirkan aku,
"untuk apa?"

oleh: SG
05-01-2010

Read full history - Kembalikan Ibu

Yang Hilang dan Yang Ditemukan

____________________________________________________

HARI IBU(yang hilang)

22 Desember 2009

“Aku rindu-

Sampai kapan harus ku simpan
ini ucapan
tak akan pernah sampai?

Kita akan dipertemukan
sesudah kematian?

Kelak,
bila kita berdua di masuk surga
masihkah sebuah ucapan diperlukan?

“Selamat, kita dulu pernah hilang!”

sambil kita bayangkan tubuh kita
masih utuh dipertemukan

-berpelukan"


KAMU MEMANCING IKAN, DUNIA MEMANCINGMU
21 Desember 2009

Memancing ikan tidaklah sulit
Sebatang joran, seutas senar,
sebiji matakail sudah cukup.
Lalu lemparlah kail terikat
dengan umpan terlezat
di tempat-tempat favorit
bagi ikan; menurutmu!

Yang sulit adalah memancing
bukan ikan melainkan kesabaran:
kerelaanmu tuk-tak beroleh ikan

Yang lebih mudah adalah memancing
bukan ikan melainkan emosi:
kerelaanmu tuk-tak beroleh tenang



TENTANG SEBUAH MASA DEPAN
10 Desember 2009

waktu kanak-kanak, kau menggambar sebuah rumah
lalu kau dewasa, berpikir untuk membangunnya
kemarin, kau membanggakan rumahmu yang kokoh
tetapi akhirnya, kau terkubur di puing-puing gempa tadi malam

kini, jiwamu tersenyum lega, meski aku belum sempat menjawab
pertanyaanmu tentang masa depan itu tak lagi membuatmu risau

sesampai di surga, film perjuanganmu diputar
kau dan para malaikat tertawa, melihat tingkahmu
ketika di dunia beberapa saat yang berlalu
yang dengan dipaksa telah kau tinggalkan
teramat lucu


KACAMATA TEMBUS PANDANG
08 Desember 2009

Dunia semakin tua, namun
paramuda kian gagah
paramudi kian seksi

Mataku memandang, amboi
Bisa jadi tiap hari jatuh naksir

Mataku memang kurang ajar
Ia memilah lalu memilih
Ia menilai sebelum meneliti

Ada kacamata tembus pandang?
Biar mataku terkejut memandang
kalau kalau perut si molek
lebih bercacing dari si jelek

Bila kau punya
pinjami aku, kawan!


TENTANG SEBUAH LUKA
19 November 2009

Sebuah luka ia ukir hati-hati
Seperti memoles karat mobil
Seperti memulas keriput wajah

lama-lama tak terasa
luka semakin dalam
lalu kita membusuk

obatnya tak dijual di apotik


INI SEKEDAR MENGINGAT-INGAT
17 November 2009
puisi untuk Hari Djogja

Mata kita sering salah
Lalu, kata kita menjadi keliru
Tentang sepotong bulan merah jambu, misalnya

Tetapi apakah juga salah
Saat mataku berkaca di matamu
telingamu mendengar degupku
Lalu kau berbisik,’dag dig dug ini keras sekali’
itu keliru juga?


TENTANG SEBOTOL MINUMAN
(yang mestinya tidak memabukkan)
13 November 2009

untuk Noval Jubek yang mencuri air mata bulan

Aku baru saja membaca tulisan di sebuah botol
Botol ini hanya untuk minuman berkarbonasi

Sekarang bertanyalah kepada hatimu, kenapa
kamu dan dia mabuk ketika meneguk bersama
sebotol minuman dengan tulisan yang sama;
kepayang, hingga lupa jalan pulang


SELAMAT MALAM, MATA!
12 November 2009

Selamat malam, mata!
Sedari pagi, telah teliti kau amati
Benda hidup dan benda mati
Kata ingatan, yang mati lebih banyak

Selamat terpejam, mata!
Sedari senja engkau telah lelah menanti
Lelaplah dan lihatlah bidadari dalam mimpi
mengusap matamu yang sendu menanggung rindu

Selamat malam, matahari!
Silahkan terbit mendahului mataku
Esok hari jangan lupa, bawakan cahaya


TENTANG SEPASANG MATA
05 November 2009

Kembang itu indah, kataku
Tetapi kau sedang gerah;
melihatnya sebagai masalah

Gunung itu agung, kataku
Tetapi kau sedang bingung;
melihatnya sebagai batusandung

Begitulah, mata kita sering salah; sering dibohongi
Kawan, kenapa persepsi selalu mendahului
realita?

Aku rindu cahaya
sinar benar yang menggambar
di mataku yang kian cemar


SEMUA TERSERAH PADAMU
03 November 2009

dan terjadilah demikian
seperti apa yang selalu terpikirkan
Karena walau entah benar entah salah
pikiranmu akan berbuah

tetapi tidak selalu terjadilah demikian
seperti apa yang kadang terpikirkan
Karena walau entah benar entah salah
pikiranmu telah berubah

dan terjadilah demikian
tidak seperti yang kini kau pikirkan
Ini hanya sebuah kemungkinan,
kau salah sangka pada yang kupikirkan
____________________________________________
Read full history - Yang Hilang dan Yang Ditemukan

**design>> Kitchen Set Ibu Yoshi, Meruya






Ini adalah foto-foto Kitchen Set yang kami kerjakan untuk Rumah Ibu Yoshie di Meruya, Jakarta Barat. Bahan yang digunakan adalah kayu jati dengan finishing Dark NC, Granit India, hiasan perak ukir dari Kota Gede, dan Stainless Steel untuk handel dan accesories rak di dalam pintu.

Saya cukup puas, Ibu Yoshi senang, karena hasil yang terwujud sesuai dengan harapan. Sebuah desain yang berhasil adalah yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemesan, bukan apa yang diinginkan oleh desainer. Desainer hanyalah sebagai jembatan agar apa yang diinginkan oleh pemesan dapat terwujud dengan baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang baik. Desainer hanya sekedar menangkap, kemudian memberikan masukan berupa referensi dan data-data bagi pemesan sebaik-baiknya.

Terimakasih saya sampaikan kepada pihak-pihak yang membantu saya dalam mewujudkan Kitchen Set Ibu Yoshi ini.

salam
SG
Read full history - **design>> Kitchen Set Ibu Yoshi, Meruya

**design>>Trend Finishing Mebel 2010



Beberapa produsen Finishing Mebel berlomba untuk menjadi nomor satu dalam menciptakan bahan finishing berbasis water base. Ini merupakan jawaban dari permintaan konsumen, terutama untuk pasar eksport. Tentu saja perlombaan ini mempunyai kategori yang sudah diketahui oleh para praktisi finishing, yaitu kemudahan dalam pengaplikasian, efek samping penggunaan, ekonomis, penampilan hasil finishing, serta daya tahan.
Meskipun demikian, bahan finishing yang menggunakan pengencer thiner masih terus digunakan oleh sebagian besar produsen mebel di Indonesia.

Yang bagi saya menarik adalah bahwa produsen finishing water base maupun thiner base sama-sama gencar menawarkan model finishing rustic, dengan warna-warna cenderung ke arah abu-abu mat. Seperti apa tampilannya, silahkan anda lihat di beberapa sampel warna yang saya tampilkan di atas. Beberapa sample warna itu adalah sampel yang saya buat untuk pesanan Bapak Robert yang tinggal di Meruya, yang ternyata selangkah lebih maju dalam hal trend.

SG
Read full history - **design>>Trend Finishing Mebel 2010

**puisi>> TENTANG 3 SENYUMAN DI PAGI HARI

oleh: Sulis Gingsul


/1/
Ketika keluar dari kamar yang mahal
ada senyum murah dari wajah cerah
menyapaku dengan ramah tapi resah
yang kemudian kelihatan ada maunya,

“Ada yang bisa saya bantu?”

/2/
Aku merasa diusir dari rahim ibu
pergi ke dunia yang penuh tipu
dengan kakiku yang kurang daya

“Untuk apa kau ikut resah?”
kata bunga bugenfil merah
yang tersenyum di pagar rumah

/3/
“Aku tak tau harus kemana”
kataku sambil melangkah ragu.

Dalam perjalanan,
aku tersenyum pada tikungan
yang memajang petunjuk jalan.
Di saat terang, terlihat langkah.
Benar berpulang?
____________________________________________________________________
Read full history - **puisi>> TENTANG 3 SENYUMAN DI PAGI HARI

**desain>>COSMO BED

Read full history - **desain>>COSMO BED

**celoteh>>Kalau Aku Jadi Tukang Tambal Ban


Saat melintas kedua kalinya di jalan yang banyak paku-pakunya itu, yang satu di antaranya menancap di roda belakang Suprafitku dua hari yang lalu, tiba-tiba seperti ada yang bertanya padaku,"Apa yang akan kamu lakukan bila kamu menjadi seorang penambal ban. Aku tersenyum sendiri karena pertanyaan konyol itu, sambil melaju suprafitku yang kuharap tidak melindas paku, aku mencoba menduga-duga.

Tentunya setiap hari aku akan nongkrong di pinggir jalan, dimana bengkelku beroperasi. Sudah barang tentu aku selalu mengharapkan kesialan pengendara motor, kecuali kamu, saudara dan teman-temanku. Aku tidak mengahapkan ban kamu bocor bukan karena aku kasihan padamu melainkan karena kamu tentu hanya akan minta tolong, tidak akan menganggapku sebagai penambal ban yang mencari penghidupan.

Tidak mungkin setiap hari aku mendapatkan penghasilan tetap. Makanya, aku harus rajin berdoa, berpasrah dan berharap pada kemurahan yang kuasa. Mungkin untuk pertama kali aku akan malu, memohon pada Tuhan agar para pengendara mendapatkan kesialan itu di dekat bengkelku. Tetapi aku yakin bahwa berdoa seperti itu tidak berdosa. Bukan aku membela diri, tetapi sebenarnya aku tidak menjadi girang oleh kesialanmu, melainkan aku memohon rejeki bagi istri dan anak-anakku. Bukankan berdoa meminta rejeki itu telah diajarkan juga oleh agamamu?

Apa yang akan terjadi, jika tak satupun ban motor bocor minta aku tambal. Tentunya anakku akan menangis kekurangan makan, dan istriku semakin sulit tersenyum. Demikianlah rupanya kepasrahan dipertanyakan, dan aku belum pandai menjawab dengan benar. Makanya aku tidak melarang teman-temanku, yang dengan sengaja, setiap hari menyebar paku di jalan raya. Tetapi, aku mungkin akan merasa menjadi sangat egois, ketika aku tidak ikut melakukan hal yang sama dengan teman-temanku karena takut dosa. Adalah tidak adil bagiku, mereka yang menyebar paku hanya gigit jari lalu berdosa; kamu yang terkena paku menjadi sial lalu membayar; dan aku yang alim ini mendapat rejeki dan kelak masuk surga. Setelah ku pikir pikir, menyebar paku itulah hal yang paling mulia aku lakukan demi keluargaku dengan mengorbankan kemungkinan yang sudah tipis untuk masuk surga. Dan begitulah, aku akan menyebar paku di tengah malam, kemudian berdoa kepada Tuhan yang Maha Pengampun untuk memaklumi perbuatanku; berdoa kepada Tuhan yang Maha Pemurah, secara terang-terangan memohon banyak ban sepeda motor yang terkena paku.

Begitulah, kira-kira, apa yang akan aku lakukan apabila aku jadi seorang penambal ban. Tetapi aku bukan penambal ban. Aku hanyalah seorang pengendara Suprafit yang pernah mengumpat para penambal ban yang kudakwa dengan tegas, telah pasti menyebar paku.

Sulis Gingsul
Read full history - **celoteh>>Kalau Aku Jadi Tukang Tambal Ban

**celoteh>>Enam Alasan Mengapa Saya Nge-blog


1. Nge-blog tidak dilarang sedangkan nge-bom dilarang. Lagipula walaupun bom yang meledak itu menggelegar, suaranya paling terdengar dalam radius kilo meter sedangkan blog, walaupun baru menggumam, suaranya bisa terdengar lebih banyak di belahan bumi yang jauh

2. Nge-blog bisa dilakukan sendirian sedangkan main petak umpet terasa konyol apabila dilakukan sendirian. Lagipula permainan petak umpet sudah ketinggalan jaman walaupun banyak juga yang nge-blog untuk menyalurkan hobi ngumpet.

3. Nge-blog bisa dilakukan sambil ngopi sedangkan berenang di kolam tidak lazim dilakukan sambil ngopi. Lagipula saat berenang di kolam, terlihat lucu kalau tidak pakai pakaian renang, sedangkan saat ngeblog, tak akan ada yang tau kalau aku sedang telanjang bulat.

Reff : blog blog blog yuk kita ngeblog
daripada ini itu lebih baik kita
blog blog blog yuk kita ngeblog

4. Nge-blog bisa menambah teman dan wawasan sedangkan tawuran, walaupun bisa menambah wawasan juga, dan bisa jadi menambah teman juga, tetapi tentu menambah musuh. Lagipula tawuran bisa membuat kepala benjol sedangkan nge-blog bisa membuat kepala sedikit padat.

5. Nge-blog tidak memerlukan kepiawaian berbicara, sebaliknya berpidato, seperti bapak presiden kemarin, tentunya tidak menarik bila gagap karena kurang siap. Lagipula bila ada pertanyaan dalam pidato, akan mengecewakan apabila dijawab asal-asalan, apalagi tidak dijawab sedangkan pertanyaan-pertanyaan di blog tidak wajib dijawab cepat-cepat mengingat pertanyaan-pertanyaan yang mampir di blog terkadang sekedar iseng.

6. Blog bisa diisi dengan berbagai macam hal yang ku suka sedangkan aquarium tidak baik kalau diisi dengan berbagai macam yang ku suka seperti kerupuk, misalnya. Lagipula agar ikan-ikan tidak mati, untuk sebuah aquarium diperlukan alat yang bisa menambah kadar oksigen dalam air sedangkan tanpa alat penambah oksigen, di blog banyak hal baru yang begitu saja masuk, seperti membuat pikiran jadi hidup karena menghirup oksigen.

7. Ini sudah tidak masuk alasan, tetapi tujuan, yaitu berjualan.

8. Kembali ke reff

Terinspirasi dari blognya Hasan Aspani
http://hasanaspahani.blogspot.com
Read full history - **celoteh>>Enam Alasan Mengapa Saya Nge-blog