____________________________________________________
HARI IBU(yang hilang)
22 Desember 2009
“Aku rindu-
Sampai kapan harus ku simpan
ini ucapan
tak akan pernah sampai?
Kita akan dipertemukan
sesudah kematian?
Kelak,
bila kita berdua di masuk surga
masihkah sebuah ucapan diperlukan?
“Selamat, kita dulu pernah hilang!”
sambil kita bayangkan tubuh kita
masih utuh dipertemukan
-berpelukan"
KAMU MEMANCING IKAN, DUNIA MEMANCINGMU
21 Desember 2009
Memancing ikan tidaklah sulit
Sebatang joran, seutas senar,
sebiji matakail sudah cukup.
Lalu lemparlah kail terikat
dengan umpan terlezat
di tempat-tempat favorit
bagi ikan; menurutmu!
Yang sulit adalah memancing
bukan ikan melainkan kesabaran:
kerelaanmu tuk-tak beroleh ikan
Yang lebih mudah adalah memancing
bukan ikan melainkan emosi:
kerelaanmu tuk-tak beroleh tenang
TENTANG SEBUAH MASA DEPAN
10 Desember 2009
waktu kanak-kanak, kau menggambar sebuah rumah
lalu kau dewasa, berpikir untuk membangunnya
kemarin, kau membanggakan rumahmu yang kokoh
tetapi akhirnya, kau terkubur di puing-puing gempa tadi malam
kini, jiwamu tersenyum lega, meski aku belum sempat menjawab
pertanyaanmu tentang masa depan itu tak lagi membuatmu risau
sesampai di surga, film perjuanganmu diputar
kau dan para malaikat tertawa, melihat tingkahmu
ketika di dunia beberapa saat yang berlalu
yang dengan dipaksa telah kau tinggalkan
teramat lucu
KACAMATA TEMBUS PANDANG
08 Desember 2009
Dunia semakin tua, namun
paramuda kian gagah
paramudi kian seksi
Mataku memandang, amboi
Bisa jadi tiap hari jatuh naksir
Mataku memang kurang ajar
Ia memilah lalu memilih
Ia menilai sebelum meneliti
Ada kacamata tembus pandang?
Biar mataku terkejut memandang
kalau kalau perut si molek
lebih bercacing dari si jelek
Bila kau punya
pinjami aku, kawan!
TENTANG SEBUAH LUKA
19 November 2009
Sebuah luka ia ukir hati-hati
Seperti memoles karat mobil
Seperti memulas keriput wajah
lama-lama tak terasa
luka semakin dalam
lalu kita membusuk
obatnya tak dijual di apotik
INI SEKEDAR MENGINGAT-INGAT
17 November 2009
puisi untuk Hari Djogja
Mata kita sering salah
Lalu, kata kita menjadi keliru
Tentang sepotong bulan merah jambu, misalnya
Tetapi apakah juga salah
Saat mataku berkaca di matamu
telingamu mendengar degupku
Lalu kau berbisik,’dag dig dug ini keras sekali’
itu keliru juga?
TENTANG SEBOTOL MINUMAN
(yang mestinya tidak memabukkan)
13 November 2009
untuk Noval Jubek yang mencuri air mata bulan
Aku baru saja membaca tulisan di sebuah botol
Botol ini hanya untuk minuman berkarbonasi
Sekarang bertanyalah kepada hatimu, kenapa
kamu dan dia mabuk ketika meneguk bersama
sebotol minuman dengan tulisan yang sama;
kepayang, hingga lupa jalan pulang
SELAMAT MALAM, MATA!
12 November 2009
Selamat malam, mata!
Sedari pagi, telah teliti kau amati
Benda hidup dan benda mati
Kata ingatan, yang mati lebih banyak
Selamat terpejam, mata!
Sedari senja engkau telah lelah menanti
Lelaplah dan lihatlah bidadari dalam mimpi
mengusap matamu yang sendu menanggung rindu
Selamat malam, matahari!
Silahkan terbit mendahului mataku
Esok hari jangan lupa, bawakan cahaya
TENTANG SEPASANG MATA
05 November 2009
Kembang itu indah, kataku
Tetapi kau sedang gerah;
melihatnya sebagai masalah
Gunung itu agung, kataku
Tetapi kau sedang bingung;
melihatnya sebagai batusandung
Begitulah, mata kita sering salah; sering dibohongi
Kawan, kenapa persepsi selalu mendahului
realita?
Aku rindu cahaya
sinar benar yang menggambar
di mataku yang kian cemar
SEMUA TERSERAH PADAMU
03 November 2009
dan terjadilah demikian
seperti apa yang selalu terpikirkan
Karena walau entah benar entah salah
pikiranmu akan berbuah
tetapi tidak selalu terjadilah demikian
seperti apa yang kadang terpikirkan
Karena walau entah benar entah salah
pikiranmu telah berubah
dan terjadilah demikian
tidak seperti yang kini kau pikirkan
Ini hanya sebuah kemungkinan,
kau salah sangka pada yang kupikirkan
____________________________________________
Read full history - Yang Hilang dan Yang Ditemukan